Observasi Estetika Tuhan

Pernahkah kalian memperhatikan bentuk sirip pada pembuluh angkut daun? Pernahkah kalian memperhatikan bentuk cangkang keong dan siput? atau pernahkah kalian memperhatikan corak kumbang dan kupu-kupu yang terbang di sekitar kita? Kalau kalian memperhatikan hal-hal tersebut, pasti akan terkagum-kagum. Kita akan menemukan Desain alam karya Allah sang maha Indah. Setiap daun tanaman pasti mempunyai ciri-ciri dan spesifikasi yang berbeda pada setiap spesies. Begitu juga dengan kumbang dan kupu-kupu. Bahkan kalau dilihat lebih teliti, setiap karya tuhan pasti ada pattern dan proporsi masing-masing :d. Itu baru contoh kecil mahakarya tuhan. Kita belum membicarakan dalam ruang lingkup dunia, apalagi jagat raya. Subhanallah, ternyata dibalik “kesederhanaan” itu terdapat perhitungan matang tentang proporsi.

Sadarkah kita kalau sesungguhnya Tuhan telah mengajarkan pada kita melalui alam ciptaan-Nya, tentang sebuah Standar Estetika Semesta. Manusia seringkali terlena dan berjalan dengan menyombongkan diri di bumi-Nya Allah. Estetika seringkali dianggap wilayah sewenang-wenang. Bahkan standard indah atau tidaknya sebuah benda tampak dibuat oleh manusia baik itu seniman, desainer, maupun trend setter. Padahal secara tidak langsung, semua inspirasi tersebut datangnya dari sang maha inspirator. Ternyata… standard estetika memang berpatokan pada standard estetika tuhan. Tuhan mengajarkan komposisi garis, warna, proporsi dan semuanya melalui alam ciptaan-Nya.

Setelah kita menetahui standard estetika tuhan, pasti timbul sebuah tanda tanya besar dalam benak kita. Apa tujuan Tuhan mengajarkan kita semua hal tersebut? Bukankah hal itu akan mengajarkan kita menjadi seorang plagiator? Tuhan itu maha tahu atas apa yang dilakukannya. Sesungguhnya estetika itu diperlukan manusia untuk memperkaya batin dan memperhalus perasaan. Tuhan adalah maha segala-galanya, manusia tidaklah lebih dari sebutir pasir di pantai dalam pandangan-Nya. Walaupun manusia sudah diperkaya batin dan diperhalus perasaanya, ilmu manusia masih sangat jauh, bahkan bisa dikatakan mustahil apabila dibandingkan dengan sang khaliq. Walaupun sudah banyak karya desain dan estetika di dunia, masih jauh lebih banyak lagi mahakarya tuhan yang menunggu untuk kita sksplor. Oleh sebab itu, sebagai insan digital kita tidak boleh kalah dengan para pendahulu kita. Tetap semangat dan terus berjuang untuk mengeksplor estetika semesta.

Baca Alam, Baca bagaimana Tuhan yang Maha Kreatif mengawinkan estetika dan matematika.

Curiosita!

Ingatkah bagaimana diri kita sewaktu masih kecil ? :o bagaimanakah rasa ingin tahu anak kecil yang tiada batas ? mungkin kita lupa, tapi mari kita bercermin sejenak pada anak kecil. Mereka punya rasa ingin tahu akan segala hal. Biasanya, semakin banyak bertanya maka semakin cerdas anak itu. Inilah yang disebut dengan curiosita.

Curiosita berasal dari kata curious, yang berarti rasa ingin tahu. Curiosita sendiri adalah nikmat Allah yang diberikan kepada setiap manusia. Bisa dikatakan bahwa curosita adalah sifat dasar manusia. Rasa ingin tahu akan semua hal, :t tanpa terkecuali. Jadi, sebenarnya tidak ada manusia yang tidak kreatif. Bahkan manusia pasti akan tertarik dan mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi akan hal-hal ghaib, walaupun pada umumnya sulit dicerna akal pikiran.

Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya tidak ada manusia yang tidak kreatif. Karena Allah telah menganugerahkan curiosita pada setiap manusia. Hanya saja mereka kurang bisa mengoptimalkan kinerja otaknya. Waktu kecil, seorang anak manusia punya tingkat curiosita yang sangat tinggi. Tapi lucunya, semakin dewasa maka semakin terkikis pula rasa keingintahuan tersebut :r . Hal ini tidak lain karena doktrin otak kiri kita yang selalu dikembangkan dalam akademis. Sedangkan peningkatan non-akademis kurang diperhatikan.

Rasa ingin tahu ini sangat penting dalam kreativitas manusia. Apalagi mereka yang berkecimpung di dunia kreativitas, misalnya saja desainer dan arsitektur. Oleh sebab itu, kita perlu meningkatkan curiosita sampai terbentuk pikiran brutal. Eits, jangan berpikir negative dulu. Yang dimaksud pikiran brutal disini adalah memaksakan intuk menghubungkan dua hal yang berbeda dengan syarat, jangan percaya begitru saja pada “petunjuk umum” yang diinstruksikan pada otak kiri kita. Mari kita tinggalkan otak kiri sejenak. Sulit memang, tapi kalau kita sudah bisa menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan, hasilnya pasti akan luar biasa. Buang jauh-jauh prasangaka TIDAK ADA HUBUNGAN. Coba pikirkan sejenak, apakah yang terjadi apabila kata kursi digabungkan sapi? Mungkin akan muncul pikiran-pikiran brutal seperti: Kursi + Sapi = ????
  • Kursi berbentuk sapi
  • Kursi bermotif sapi
  • Sapi duduk di kursi
  • Kursi khusus buat sapi
  • Dan masih banyak lagi kalau mau mengeksplor pikiran .... :d
Kursi + Sapi, hanyalah sebuah contoh kecil. Bisa kita bayangkan berapa banyak inovasi yang akan tercipta apabila manusia tiada henti mengeksplor pikirannya. Misalkan saja :
  • Kasur + kodok = ???
  • Handphone + pisang = ???
  • Pistol + kecap = ???
Dan silahkan bereksperimen sendiri…
Intinya, dalam kreativitas 
tidak ada sesuatu yang tidak mungkin. Semuanya adalah mungkin dan saling berhubungan. Kembangkan otakmu dan jangan lupa optimalisasi otak kanan. Tetaplah mengeksplor otak kita dan teruslah berkreativitas. Semangat…!!!