Kenapa Menulis?

Setelah lama menjadi kepompong ngalor-ngidul mencari ilmu dalam berbagai forum, Alhamdulillah, akhirnya han2online 2nd edition launching juga.Ya, tahun kedua kuliah tidaklah mudah. Walaupun hanya mengambil 18 SKS, tapi serasa 36 SKS. Menjadi pimpinan redaksi dari dua organisasi terbesar di kampus memang butuh keistiqomahan luar biasa. Pimred Tabloid VIVAT BEM ITS sebagai media suara aspirasi Keluarga Mahasiswa (KM) ITS, serta pimred Manazine, Manarul Ilmi Magazine, majalahnya mahasiswa ITS dengan bahasa ane-ente gitu deh.

Kenapa Menulis ?!?

Hmmm, pertanyaan singkat yang cukup menantang. Adrenalin menulis saya mulai memuncak ketika ada liputan bedah buku Negeri 5 Menara (N5M) oleh Lembaga Dakwah Jurusan Teknik Sipil, Al-Hadiid, Sabtu (8/5). Event ini langsung mendatangkan sang novelis, Ahmad Fuadi. Nggak tau kenapa, kharisma beliau begitu terasa. Saya sempat bertemu langsung dengan penulis-penulis hebat, Habiburrahman El-Shirazy salah satunya. Namun kharisma ajakan menulis yang luar biasa baru saya dapatkan dari alumni pondok modern Darussalam, Gontor itu.

Ketika beliau saya tanya kenapa menulis sebagai pilihannya, sang ustadz pun menjawab penuh keyakinan. Banyak point yang saya dapatkan disana. Diantaranya adalah sebagai media pembelajaran menarik, serta jalan dakwah yang efektif (Dakwah bil Qalam). Namun, satu point yang tidak bisa saya lupakan. Dengan mantap, beliau menjawab bahwa menulis merupakan salah satu jalan menuju amalan jariyah yang tidak akan terputus dan akan tetap mengalirkan pahala walau kita telah tiada. Subhanallah, pemikiran cerdas !

Dalam kesempatan lain, ketika beliau menyuruh seluruh peserta untuk menulis keinginan dan rencananya kedepan, saya pun ikut-ikutan (padahal posisi saya saat itu adalah peserta selundupan, alias wartawan yang memanfaatkan kartu sakti demi sekotak donat). Setelah itu, dia menawarkan pada peserta untuk maju dan membacakan essainya. Dengan tampang tanpa dosa, aku pun angkat tangan. Pak Fuad pun memanggilku kedepan.

Aku ingin menjadi : manusia bebas penjelajah dunia FREE, dengan kemampuan desain, fotografi, dan jurnalis yang sudah saya tekuni.
Kuliah dimana : Melanjutkan S2 di Inggris dengan beasiswa.
Keinginan Lain : Ingin mengabdi pada bangsa dengan menjadikan Indonesia sebagai pusat industri kreatif dunia (ceritanya mau mengkudeta Inggris nih)


Sontak seluruh peserta memberi standing applause, termasuk Ahmad Fuadi. Semuanya mengamini keinginan saya. Bahkan memberi tanda tangan pada kertas essainya. Ya... mulai saat itu, semangat menulis mulai berkobar lagi. Terimakasih pak Fuadi . . . Pin N5M pemberianmu akan kusimpan sebagai pengingat motivasimu