Paduan Kecerdasan Harmoniskan Kehidupan

“Salah satu indikator kecerdasan spiritual adalah kemampuan memberi makna pada sesuatu. Sedangkan salah satu indikator kecerdasan intelektual adalah kemampuan menilai how long and how much pada sesuatu,” –Arie Isnanto-
Sebuah ungkapan cerdas seorang pembina Tim Pembina Kerohanian Islam (TPKI) di Jurusan Statistika ITS. Seorang insan yang berusaha untuk menjadi salah satu desainer pemimpin muda Indonesia di masa depan. Dengan segala optimisnya, Ustadz Arie berusaha menyampaikan bahwa Sukses Individu adalah sukses bangsa, sebuah pencapaian luar biasa.

Definisi sukses sangatlah luas. sukses adalah mampu memanfaatkan dan mengaktualisasikan potensi yang di berikan tuhan kepada kita. Tujuannya adalah untuk membawa manfaat bagi regenerasi dan peningkatan kualitas kehidupan di bumi. Sukses individu dengan melakukan tugas kemanusiaan kita masing-masing, sesuai minat, bakat, dan jalan hidup yang ditetapkan Allah pada kita. Pada akhirnya kembali lagi bahwa sukses adalah mampu mengoptimalkan keunikan kita masing-masing.

Sebagaimana ungkapan Ustadz Arie, Salah satu indikator kecerdasan spiritual adalah kemampuan memberi makna pada sesuatu. Hal ini tidaklah mudah. Karena masih banyak orang yang mengejarkan aktivitas dan kegiatannya hanya sekedar ritual belaka. Tanpa menikmati esensi yang terkandung di dalamnya. Menurut Direktur YDSF ini, memberi makna sesuatu yang terpenting adalah mengambil hikmah dari pengalaman. Karena pengalaman akan menjadi sejarah dan pelajaran yang sangat berharga.

Berdasarkan pengalaman pula, Kecerdasan ternyata banyak macamnya. Kecerdasan matematis alias otak kiri misalnya. Kecerdasan ini mutlak harus dimiliki oleh setiap insan. Namun, menurut ustadz Arie, ternyata kecerdasan matematis tidak dapat memecahkan masalah. Yang mampu mengatasi berbagai macam problem adalah kecerdasan otak kanan alias kreativitas. Kreativitas memang softskill yang banyak berceceran di luar sistem akademik kita. Oleh sebab itu, pasanglah mata jeli untuk meraihnya.

Begitu pentingnya peran otak kanan yang biasa terlupakan ini, Ustadz Arie berkali-kali menyerukan semua peserta untuk terus meraihnya. Menurutnya, setiap manusia sudah diberi diberi kecerdasan sesuai dengan porsinya masing-masing. Sayangnya, tidak banyak yang mampu menggalinya secara optimal. “Apapun jurusan anda, tetap kembangkanlah kreativitas,” pesannya singkat.

Setiap orang itu unik dan berbeda. Setiap insan itu punya kelebihan yang patut dibanggakan. Bahkan, seorang cacat fisik maupun mental bawaan tidak akan luput dari nikmat Allah. Oleh sebab itu, kita harus pandai bersyukur. Khususnya kita para calon pemimpin muda Indonesia di masa depan. Tidak banyak orang yang memunyai kesempatan emas seperti peserta Program Pengembangan Sumber Daya Daya Manusia Setrategis (PPSDMS) yang digembleng secara berkesinambungan. Dan tentunya disiapkan sebaik mungkin untuk membawa perubahan Indonesia yang lebih baik serta bermartabat.

Bagaimana cara meningkatkan vitalitas otak dan berbagai kecerdasan ?

Menurut Ustadz Arie, Coba recall memori untuk optimalisasi kelebihan dan potensi kita. Satu saat di masa lampau pasti ada masa-masa emas ketika seseorang berjaya. Disitulah terpancar potensi dari seseorang. Jadikan hal itu sebagai kekuatan. Jadikan itu sebagai motivasi maju ke depan. Jangan biarkan potensi itu tertidur pulas dan mengabaikanmu. Bangunkan ! Kendalikan potensi itu untuk meraih cita-cita yang kita impikan.

Setelah kita menemukan potensi diri yang terpendam, hal terpenting yang harus dilakukan adalah menentukan goal terbesar dalam hidup kita. Kemudian, menentukan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk meraihnya. Cara bersyukur yang baik terhadap potensi diri adalah dengan selalu melakukan optimalisasi dan mengamalkannya dalam aplikasi sehari-hari. Insyaallah perpaduan dari berbagai macam kecerdasan yang tergabung dalam potensi diri akan membawa keharmonisan dalam kehidupan.
Value dari kehidupan kita.
Allah sudah merancang prestasi untuk semua orang,
tergantung mereka mau meraihnya atau tidak