Intip UKM Sulap Furniture

Joko, 35, warga Keputih ini kesehariannya bekerja sebagai buruh mebel di sebelah rumahnya, Keputih gang 2 nomor 22 A. Ayah dua anak ini mengaku cukup puas dengan pekerjaannya tersebut. Dia tampak bersemangat sekali ketika dijumpai dalam wawancara dan survey tugas presentasi jurnalistik, Senin (6/12).

Adi pun tak mau kalah dengan parternya, Joko. Sambil berdendang menyanyikan lagu Keong Racun yang dipopulerkan Sinta-Jojo tersebut, bapak satu anak ini menggosok kayu bakal jendela itu sampai halus. Sesekali mereka bercanda dan saling lempar topi. Selain itu, pria yang punya banyak koleksi topi itu tak bisa lepas dari batang rokoknya.

Berbeda dengan Joko dan Adi, Dodyk lebih menikmati kesendiriannya. Berjarak beberapa meter dari rekan kerjanya, Dengan tenang bapak berkumis tebal ini menyemprot triplek dengan pelapis kayu. Bagian demi bagian dia telusuri satu-satu. Tidak hanya rata, kerjaan pria berambut sebahu ini juga tergolog rapi. Sehingga tidak heran kalau dia menjadi kesayangan bosnya.

Namanya Joni. masih bujang, dan baru lulus SMA beberapa tahun lalu. Dia termasuk pria pemalu. Terbukti ketika hendak diambil gambarnya, dia selalu lari dengan alasan ,"maaf, belum mandi mas,". Sampai saya berhasil mengambil gambar pria asal Madura ini pun harus sembunyi-sembunyi. Pasalnya, langkahnya gesit dan selalu sigap terhadap lingkungannya.

Sebagai bos, Budi hanya mengontrol anak buahnya. Bersenjatakan pena dan secarik kertas, Bapak satu anak ini dengan teliti menghitung keuangan bisnis kecilnya. Sesekali dia juga menegur pekerjanya yang lalai. Namun tidak jarang pula canda-tawa terlontar dari bibirnya yang membuat tim UKM ini semakin terasa kental nuansa kekeluargaannya.