Si Gowang, Wayang Modern yang Jago Bergoyang, Berdendang, dan Mendalang

Nama : Hanif Azhar
NRP : 3408100139
Jurusan : Desain Produk Industri FTSP-ITS
Judul : Si Gowang, Wayang Modern yang Jago Bergoyang, Berdendang, dan Mendalang


Perkembangan industri boneka terus berkembang dan disukai konsumen. Industri ini berkembang pesat pertama kalinya di negara Korea, Amerika, dan Jepang. Akan tetapi, dikarenakan biaya tenaga kerja yang semakin mahal, industri ini tidak memungkinkan untuk diproduksi di negara-negara tersebut. Karena itu, mereka memindahkan produksinya ke negara berkembang; seperti Indonesia, India, dan Cina. Tingkat persaingan para produsen boneka cukup tinggi karena perbedaan biaya tenaga kerja, dan kebijakan ekonomi-politik masing-masing negara.

Kebutuhan akan mainan edukatif juga terus meningkat seesuai dengan permintaan konsumen. Karena itu, industri kreatif yang sedang digencarkan dalam peningkatan pembangunan ekonomi nasional akan ditantang untuk terus melakukan akselerasi inovasi teknologi.

Di Indonesia sendiri, industri boneka sudah beredar bebas. UKM-UKM rumah tangga pun sudah mampu berproduksi sendiri. Bahkan, hasil karya mereka tidak sedikit yang sudah diekspor ke luar negeri. Sayangnya, mayoritas mainan ini masih mengadopsi karakter kartun yang yang sudah familiar pada anak-anak. Sebut saja Spongebob Squarepants, Avatar the last air bander, Bahkan Upin-Ipin.

Apabila boneka ini dijadikan sebagai alat untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia, tentunya akan punya nilai tambah. Karena selain sebagai hiburan, juga mengandung sisi edukasi untuk melestarikan budaya Indonesia. Salah satunya adalah dengan membuat boneka karakter wayang untuk menjaga budaya bangsa dan mengenalkannya kepada tunas bangsa sejak dini. Dengan sedikit sentuhan teknologi dan mekanisme sederhana, optimisme inovasi ini untuk diterima masyarakat akan terus meningkat.
Permasalahan
Umum

  • Mengapa Pencitraan wayang Indonesia kurang bisa diterima generasi muda?
  • Bagaimana cara efektif untuk mencitrakan seni budaya wayang Jawa khas Indonesia pada generasi muda ?
  • Apakah Boneka mampu mengangkat pencitraan wayang khas Jawa Indonesia yang semakin terpuruk ?
Khusus

  • Bagaimana Desain Karakter unik dan modern untuk mencitrakan seni budaya wayang Indonesia sehingga mampu diterima generasi muda, tanpa harus meninggalkan identitas wayang lokal ?
Tujuan
Umum

  • Mengetahui kondisi pencitraan wayang Indonesia pada generasi muda
  • Mengetahui cara yang efektif untuk mencitrakan seni budaya wayang di kalangan generasi muda Indonesia
  • Mengangkat Boneka modern untuk pencitraan wayang Indonesia yang semakin ditinggalkan tunas bangsa
Khusus

  • Menemukan Desain Karakter unik dan modern untuk mencitrakan seni budaya wayang Indonesia sehingga mampu diterima generasi muda, tanpa harus meninggalkan identitas wayang lokal

Batasan Ide

  • Menghasilkan produk berupa prototype boneka mainan dengan tambahan mekanisme sederhana
  • Mainan unik yang mampu dirasakan oleh lebih dari satu panca indra (dalam hal ini adalah auditory, visual, dan kinestetik)
Ide Awal

  • Membuat Boneka wayang Dengan Visual yang menarik tanpa meninggalkan ciri khas wayang lokal, sehingga mudah diterima anak-anak.
  • Membuat Boneka wayang Dengan Visual gerak yang unik, sehingga tidak membosankan bagi anak-anak. Gerakan ini bisa gerak berjalan, bergoyang, merangkak, menangis, menyanyi, dll.
  • Membuat Boneka wayang Dengan audio menarik yang sesuai dengan gerak si wayang. Bisa juga memasukkan lagu-lagu daerah sehingga mampu mengenalkan kebudayaan sejak dini. Selain Lagu daerah, unsur lagu dangdut, keroncong dll sebagai identitas musik Indonesia juga bisa dimasukkan.
(metode pelaksanaan riset dan proses produksi di-skip dulu ya, kepanjangan, hahaa)

Demikian, latar belakangku untuk final project mata kuliah desain Produk 3 yang lumayan berat, 6 SKS bagaikan Tugas Akhir. hahaaa... bisa dilihat, dibawah ini adalah desain visual awal dari si Gowang. Desain ini dari berbagai sumber, karena pada awalnya tugas ini akan saya ikutkan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2011 dari DIKTI. Anggota awal adalah Rindang Pradita Syahri (Despro 2009), Eka Susanti (desain Interior 2009), Rukhshotul Izalah (Desain Interior 2009) dan Imron gozali (Teknik Kimia 2008). Ya, walaupun tahun ini tidak jadi diikutsertakan dalam PKM karena gangguan teknis, Si Gowang akan diikutkan kompetisi yang lain.


Tiga gambar diatas adalah hasil skets dari tim yang saya finishing. Wayang-wayang tersebut memang terinspirasi dari Punakawan. Dari hasil desain awal, ternyata cukup rumit dalam realisasi produknya. Alhasil, eksekusinya bisa dilihat dibawah ini.

Si Gowang yang sedang jatuh cinta. Membawa bunga mawar merah muda yang akan dikasihkan pada kekasihnya. hahaaa

Kalau yang ini, si Gowang sedang berjualan buku 25 Mahasiswa Inspiratif Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Bahkan, Dia rela menjadi maskotnya lho ! lucu !

Gowang sedang bermain dengan temannya, pinky Bunny. "Janan didit tananku dong pinti, atiiit" teriaknya lucu. hahaaaa

***

Well, dari eksekusi tadi, saatnya untuk test kelayakan mainan. Ya, karena saat itu di kantor redaksi saya hanya ada staf Humas ITS tanpa anak-anaknya, terpaksa mereka harus menjadi kelinci percobaan pertama :D

Lisana Shidqina, mahasiswa Teknik Arsitektur angkatan 2009 sedang asyik menggendong gowang. Gadis yg fasih ber-english ria ini sangat menyukai Gowang. Namu ketika disuruh komentar mengenai eksekusi Si Gowang, dia speechless. ya ya ya, Gowang emang keren kok, cha! hahaaa

Iman Sukiman. Staf HUMAS ITS. kalau orang yang belum pernah mengenalnya, pasti menyangka si baby face ini masih pelajar SMA, bahkan SMP. Terlihat sekali mas Iman menikmati mainan terseebut. hmmmm.... masa kecil kurang bahagia ya mas ? hahaa
Indah Sukma (yang pakai kerudung). Pimpinan Redaktur Website ITS dan majalah ITS Point.
Rina, Desainer dan Layouter Website ITS dan majalah ITS Point.
Keduanya klop banget. ibu-ibu ini sangat antusias dengan Goang. ketika disuruh ngasih kritik dan saran katanya "unyu-unyuuu, apalagi tangannya tanpa jari itu membuatnya semakin unyuuu, mirip Pingwin."
Kalo yang ini, Gowang dengan papanya, hahahaaa.... mohon saran dan kritik dari pembaca. karena Final Project ini akan dipamerkan pada Senin (10/1) depan. Mungkin ada sedikit perbaikan dan revisi ulang dari masukan pembaca. Terimakasih ^^,V