SINJAY, Bebek Goreng Khas Madura


Pagi itu (9/5), Jalan Tol Jembatan Suramadu terlihat megah. Tiangnya yang kokoh dan kumparan kawat yang semakin menambah nilai keeeksotisannya. Maklum, saat itu hari libur, trafik jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Madura tersebut meningkat tajam. Tujuan kami ke Madura adalah untuk menuntut ilmu, yakni menunaikan kuliah lapangan Pengantar Technopreneurship 2 SKS.


Tujuan pertama kami adalah mencicipi nasi bebek Sinjai di Bangkalan Madura yang terkenal kelezatannya. Kira-kira 10 menit dari pintu exit Tol di sisi Madura, kami sudah sampai di Warung Nasi Bebek Sinjay. Warung berukuran 4x2 meter persegi itu beralamat di Jalan Raya Ketengan no. 45 Tunjung Bumeh Bangkalan. Saya lihat sudah banyak mobil dan motor yang parkir. Padahal, waktu belum menunjukkan pukul 09.00 pagi. Warung tersebut cukup luas, sehingga bisa banyak menampung pengunjung.

Harganya tidak terlalu mahal, satu porsi nasi bebek campur (dada/paha + jeroan) harganya berkisar Rp. 17.500;. Daging bebek-nya cukup empuk. Yang membuatnya tambah nikmat adalah sambalnya. Sensasi asam-pedas membuat lidah bergoyang sekaligus air liur mengalir deras.


Bebek Goreng, Sambal dan Lalapan

Bila Anda ke Madura dan penggemar nasi bebek, tidak ada salahnya mencoba makan nasi bebek di Warung Nasi Bebek Sinjay Bangkalan, insyaallah tidak nyesel, karena saya lihat banyak pengunjung dari luar kota, selain makan di sana juga minta dibungkus untuk dibawa pulang ke rumah.


Spesifikasi Usaha

Nama Usaha : Warung Bebek Sinjay
Pemilik : Ibu Muslihah, 45 Tahun
Alamat Lengkap : Jalan Raya Ketengan No. 45 Burneh Kabupaten Bangkalan
Telpon : 031 3099574/ 031 7266 5949
Praktik Buka : Pukul 06.30 (dan tutup paling cepat pukul 16.00)
Menu Utama : Bebek Sinjay
Harga : Rp. 17.500,- (porsi nasi bebek campur)
Omzet : Bisa mencapai Rp. 25.000.000,-/hari (dengan asumsi 700 – 800 ekor bebek per hari)


Fakta Unik Si Bebek Sinjai !!!

  1. Ternyata, pemilik dan para pekerja warung ini tidak tahu-menahu tentang arti kata Sinjay. (nah lho?). Hal ini cukup mengejutkan mengingat warung bebek sinjay sudah cukup masyhur dalam skala nasional. Saya mencoba mencari arti kata Sinjay di internet, malah nyasar ke Sinjai, sebuah kabupaten di Sulawesi Selatan.
  2. Ternyata, bebek sinjay ini menerapkan prinsip resep rahasia. Sehingga tidak heran, rasa sambelnya cukup khas. Walaupun sekilas tampak seperti sambal mangga muda biasa, tapi rasanya memang berbeda.
  3. Proses memasak Bebek sinjai juga dirahasiakan lho! Bahkan, ketika saya meliput usaha tersebut, saya diijinkan menambil dokumentasi, jeprat-jepret disana sini. Kecuali hanya satu tempat yang tidak boleh dipublikasikan, DAPUR. (nah lho?). Jadi, sedikit bergaya ala paparazi, saya mencoba mengambil gambar dapur dari sela-sela jendela.
  4. Semua pekerja adalah sanak famili Ibu Muslihah, pemilik usaha.
  5. Semua bebek yang disajikan disini adalah bebek hasil budidaya ternak masyarakat Madura sekitar. Warung bebek Sinjay ini memang menerapkan Socio-entrepreneurship dan pantang mengimpor bebek dari luar Bangkalan, Madura.


Tips Sukses Ala Bebek Sinjay (Ibu Muslihah)

  1. Niatkan segala usaha untuk ibadah kepada Allah SWT. prinsip ini dipegang teguh oleh beliau sejak awal karirnya. Sampai sekarang pun, komitmen niat ibadah masih dipertahankan.
  2. Prinsip Socio-entrepreneurship. Orang sukses itu bukanlah orang yang menjadi besar dengan sendirinya. Karena masih ada faktor Tuhan dan lingkungan. Oleh sebab itu, Beliau selalu berusaha mengangkat derajat sanak famili lewat usahanya. Bahkan, masyarakat sekitar juga kecipratan rejeki dengan budidaya bebeknya.
  3. Kerja keras dan pantang menyerah. Ini merupakan karakter khas dari Orang Madura. Mereka memang pantang menyerah dan terkenal sebagai pekerja keras dimanapun mereka berada. Bahkan di tempat asalnya, Madura.


Apa Kesan mereka ?

Eko Purwanto/ Jakarta
" Saya mendapatkan informasi ini dari rekan bisnis saya di Jakarta. Mereka merekomendasikan Bebek Sinjay untuk dicicipi. Ternyata, rasanya memang beda dari bebek biasa. Rasanya enak, gurih, dan dagingnya empuk. Selain itu bumbunya kriuk-kriuk. Bahkan, sekarang ini sudah kali ketiga saya main ke Madura hanya untuk menikmati Bebek Sinjay dan membeli batik lokal,"


Agus/ Bangkalan
"Sebagai masyarakat lokal, saya sudah cukup melanglang buana wisata kuliner di Madura. Dan, Warung ini memang terkenal lain dengan warung bebek yang lain. Dan saya yakin, citarasa lokal Madura ini tidak kalah dengan makanan-makanan enak di luar sana. Bebek Sinjay . . . Maknyus!"

Selengkapnya bisa diunduh disini ^^