Resolusi 2013

If yesterday is history, and tomorrow is mistery...
So, today is a gift...

Bismillahirrahmanirrahim...
Alhamdulillah, akhirnya passion menghidupkan kembali blog ini datang juga. Bertepatan dengan tahun baru Masehi, 1 Januari 2013, sekalian mengevaluasi diri terhadap realisasi antara target dan capaian di tahun 2012 lalu. Dan Alhamdulillah, hampir 80% mimpi-mimpi itu tercapai. Walaupun ada satu target gagal yang paling menyakitkan, yaitu tidak jadi lulus kuliah tepat waktu (8 Semester). Tapi Alhamdulillah, IPK masih cumlaude walaupun 11-12.
Paling tidak, saya mencoba tersenyum mengingat pesan sahabatku, “lulus itu pasti, kapan itu pilihan,” ada juga yang menyeletuk, “lulus tidak harus tepat waktu, yang paling penting adalah lulus di waktu yang tepat,” apapun wejangan itu, saya bersyukur dengan segala hal yang Allah berikan. Insyaallah banyak manfaat dengan extended status mahasiswa semester ini, Insyaallah. Dengan perpanjangan status ini bisa abroad ke Thailand dan Singapore, bisa mendapat koneksi super yang tidak pernah terbayangkan, bisa menyiapkan setahun kedepan untuk life-changing experience dan mencari beasiswa master degree, dan yang paling penting, semakin matang dalam menatap masa depan.
Berikut adalah chart dari log history



Sebelum kita berlanjut untuk melayang-layang menetapkan target dan resolusi di tahun 2013, terlebih dahulu kita flash-back dari life-goal seorang Hanif Azhar yang bermimpi menjadi seorang diplomat Republik Indonesia dan Creative Economy Developer. Bismillah... I (Allah) fit my slave prajudice!



Aku ingin begini, aku ingin begitu, ingin ini ingin itu banyak sekali... lirik lagu opening soundtrack Doraemon serasa berdentang keras di kanan-kiri telinga, stereo pula hahaa. Well then, beberapa mimpi besarku untuk 2013 adalah sebagai berikut :
1.    Menjadi Sarjana Teknik ber-IPK Cumlaude #106 sebagai sarjana terbaik Jurusan Desain Produk Industri FTSP ITS
2.    Lulus TOEFL ITP minimal 577, atau iBT minimal 92, kemudian memperdalam lagi kemampuan Bahasa Arab yang sempat vakum sejak menjajaki ilmu di institusi negeri (bukan swasta-agama seperti ketika TK-SMP), serta mulai belajar bahasa Prancis dan Jerman
3.    Mendapatkan kesempatan menikmati satu tahun life-changing experience seperti program Indonesia Mengajar dan Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan (SP3), atau program Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) ke luar negeri.
4.    Mendapatkan kesempatan dan koneksi menuju beasiswa master degree dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, sehingga bisa langsung lanjut ke milestone tersebut pasca menempa diri dalam satu tahun life-changing experience
5.    Membukukan diary selama 4 tahun (4.5 tahun) di kampus perjuangan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dengan judul : COLLEGE, Cool in the young age (the 25 Inspirative Stories of Mine)



Selengkapnya, resolusi hanza 2013 bisa dilihat di gambar ini



Bismillahirrahmanirrahim, sesungguhnya Allah sesuai prasangka hambanya. Barang siapa yang berani bermimpi, maka dia akan mendapatkan mimpi itu J