Home (5): Spesial Pre-test Ramadan

"I've learned that I still have a lot of to learn"
Tahun ini adalah Ramadan pertama bagi Musa tanpa keluarga, dari awal sampai lebaran. Ia sangat paham, ini adalah sebuah konsekuensi yang harus diterimanya ketika ia memilih menjadi seorang relawan guru bantu di pedalaman dalam gerakan Indonesia Mengajar. Yayasan ini mewajibkan relawannya untuk tidak meninggalkan kabupaten penempatan dalam tiga bulan awal pengabdian karena ini adalah masa krusial ketika seorang pendatang melakukan penetrasi ke dalam masyarakat awam. Hanya alasan yang sangat mendesak, misalnya karena alasan keamanan, kesehatan, maupun keluarga ada yang meninggal, baru diijinkan untuk sejenak pulang, walaupun itu Ramadan.

Musa sangat antusias melaksanakan Ibadah di bulan suci dengan anak-anak di pedalaman Aceh Utara. Ia berasumsi bahwa Aceh, sebagai tempat yang dijuluki serambi Mekkah, pasti semua warganya jago dalam pengetahuan agama Islam, terlepas di manapun ia tinggal. Ia penasaran, bagaimana pemahaman anak-anak SD yang akan ia ajar di kelas memahami hukum Islam dalam konteks aktivitas sehari-hari. Ia pun membuat sebuah pre-test yang ia berikan di hari pertama pelaksanaan Pondok Ramadan bersama para relawan dari Banda Aceh. Ia mambuat sepuluh pertanyaan kontekstual untuk anak didiknya. Sebelum soal-soal itu dilemparkan, ia berkata kepada para relawan, “Yuk kita tanyakan pertanyaan ini kepada diri kita dulu sebelum saya memberi pre-test. Jangan-jangan, kemampuan dan pemahaman agama kita juga masih sangat terbatas. Jangan-jangan, kita hanya merasa puas pengalaman belajar agama ketika SD saja, tanpa mengikuti pelaksanaannya dalam konteks kontemporer, sehingga kita tidak meng-upgrade pengetahuan agama dalam kasus-kasus yang lebih spesifik. Dapatkah kita menjawab soal ini?”

***
Nama :
Usia :
(Pertanyaan untuk pembaca, bukan untuk anak didik Musa)
Kapan terakhir kali kamu belajar fiqih agama Islam tentang ritual ibadah harian?
Kapan terakhir kali kamu mengikuti workshop tentang wudhu, sholat, dan ritual ibadah lain?
Kapan terakhir kali kamu membaca amalan Ramadan, serta pembahasan kasus secara kontekstual?
The capacity to learn is a gift, the ability to learn is a skill, the willingness to learn is a choice (Brian Herbert)
Hari ini adalah puasa pertama. Karena belum terbiasa bangun pagi, Rahdit bangun kesiangan. Ia bangun ketika sudah tiba waktunya Imsya’. Masyarakat memahami bahwa waktu Imsya’ adalah batas dimulainya puasa, alias harus berhenti makan dan minum. Rahdit ingat di pelajaran agama, pengertian puasa adalah menahan diri dari segala hawa nafsu termasuk makan-minum mulai terbit fajar sampai terbenam matahari. Sedangkan, terbit fajar itu ditandai dengan adzan Shubuh dan terbenam matahari ditandai oleh adzan Maghrib. Atas dasar itu, Rahdit melanjutkan untuk makan sahur sampai terdengar suara adzan Shubuh. Nah, apakah perbuatan Rahdit itu diperbolehkan? Sebenarnya, apakah hakikat Imsya’ itu sendiri?

Pagi ini Rahdit bertugas sebagai muadzin Sholat Shubuh di kampung. Karena ia telat bangun sahur, maka ia tak dapat datang tepat waktu. Edo adalah sahabat dekat Rahdit. Ia menggantikan Rahdit untuk melakukan Adzan dan menyeruh warga kampung untuk sholat. Karena ia jarang mengkumandangkan Adzan, ia gugup sampai melupakan kalimat special “As-sholatu khoirum minan naum”. Bagimana hukum pelafalan kalimat tersebut dalam adzan Shubuh? Mengapa adzan shubuh harus berbeda dari adzan sholat lainnya?

Ternyata, selain Rahdit, si kembar Siska-Laura juga terlambat bangun. Mereka membuka mata ketika mendengar seruan Adzan Shubuh sehingga tidak sempat makan sahur. Siska segera bergegas berlari ke masjid untuk melaksanakan sholat berjamaah. Ketika Siska melakukan takbiratul ihram, bertepatan dengan imam sholat sedang takbir untuk ruku’. Siska belum sempat membaca doa iftitah, apalagi Alfatihah. Apa yang sebaiknya dilakukan Siska, membaca Alfatihah dulu atau langsung mengikuti imam untuk melaksanakan Ruku’? Apakah ketelatan Siska tadi masih dapat dihitung sebagai sebuah rakaat? atau ia harus menambah satu rakaat setelah salam terakhir?

Berbeda dengan saudara kembarnya, Laura lebih memilih untuk sholat Shubuh di rumah daripada harus lari dan telat ke masjid. Karena masih kepikiran apakah nanti ia kuat apa tidak melakukan puasa hari pertama tanpa sahur, ia tidak khusu’ dalam sholatnya. Ia lupa, berapa rakaat yang sudah ia lakukan. Ia tidak ingat, apakah ini masih rakaat pertama, kedua, atau bahkan ia kabanyakan rakaat sampai ketiga. Apakah yang sebaiknya dilakukan oleh Laura ketika ia dalam keadaan lupa rakaat sholatnya? 

Setelah sholat Shubuh, Engky bergegas pulang dan tidur. Ia merasa ngantuk karena semalam ia membaca Al-Quran sampai tengah malam di masjid bersama Rahdit dan Edo. Ketika tidur, ia bermimpi bertemu dengan seorang sosok wanita cantik yang tak pernah dikenalnya. Mereka melakukan sebuah aktivitas intim yang Engky sendiri tidak faham, apa yang mereka lakukan. Mungkinkah ini yang dinamakan hubungan suami-istri? ia baru merasakan kenikmatan itu dalam mimpi untuk pertama kalinya. Ketika bangun, Engky merasakan sarungnya basah oleh cairan yang tak dikenalnya. Ia yakin kalau itu bukanlah air kencing. Ia khawatir kalau itu adalah air mani, tanda balighnya seorang anak laki-laki menjadi dewasa. Karena ia malu , ia tak berani bertanya kepada orang lain, termasuk orang tuanya. Ia tetap melanjutkan puasa walaupun ia tak paham hukumnya. Nah, bagaimana menurut pendapatmu tentang perbuatan Engky? Apakah mimpi basah dapat membatalkan puasa?

Hari pertama puasa tahun ini adalah hari yang paling berat buat Nahdia. Ayahnya meninggal karena kecelakaan siang tadi. Warga desa pun segera merawat jenazah ayahnya. Jenazah di bawa ke masjid pukul 14.30 WIB, kemudian disholatkan setelah adzan dan sebelum dilaksanakannya sholat Ashar. Mengapa sholat jenazah tidak dilakukan setelah sholat Ashar saja? Bagaimana hukum melaksanakan ibadah sholat apapun (termasuk shunah dan jenazah) di dalam rentan waktu setelah sholat Ashar dan sebelum sholat Maghrib?

Setelah melaksanakan sholat Ashar berjamaah dan turut mengebumikan ayah temannya si Nahdia, Wanto bergegas pulang. Sesampinya di rumah, ia melihat banyak makanan yang baru selesai dimasak tersaji cantik di depan meja. Ia langsung mengambil mangkuk dan melahap pempek kapal selam spesial buatan ibunya yang terkenal paling enak sekecamatan. Seperti biasa, Wanto menyukai selera pedas sehingga cukonya ia tambahkan sambal dalam jumlah banyak. Di tengah aktivitas itu, Kakak Wanto pulang dan memergoki adiknya yang sedang khilaf. Ia mengaku lupa bahwa ini adalah hari pertama puasa. Sambil menangis kepedasan dengan muka memerah dan keringat bercucuran, ia bertanya kepada kakaknya, Apakah puasanya batal karena lupa memakan pempek satu mangkok? Apakah ia diperbolehkan minum air sedikit untuk meredakan rasa pedasnya ketika ia sudah sadar akan khilafnya sehingga ia lebih khusu’ melanjutkan ibadah wajib itu?

Ari merupakan anak paling besar di kelas dan terkenal makannya banyak. Di hari pertama puasa, ia membalas dendam dengan memakan hidangan berbuka puasa, tak ada hentinya. Hal ini menyebabkan ia telat dua rakaat sholat Maghrib berjamaah di masjid. Apabila ada seorang makmum telat dua rakaat dalam Sholat Maghrib, apakah rakaat kedua (setelah imam melaksanakan salam) masih memakai duduk tasyahud awal (yang berarti, ketiga rakaat memakai duduk tasyahud semua)? atau tidak perlu?

Lena adalah anak yang tak tahan kalau tidak nyemil makanan ringan. Bahkan ketika melaksanakan sholat Isya dan Tarawih, ia membawa snack favoritnya. Ketika khotib melakukan khutbah Ramadan di antara ibadah shunah Tarawih dan Witir, ia mendengarkan sambil nyemil. Ketika Imam akan memulai sholat Witir, ia pun mengikuti, tanpa mengambil wudhu lagi. Apakah makan dan minum itu membatal wudhu?

Anjas merupakan anak paling semangat beribadah Ramadan di kelasnya. Bahkan setelah ibadah sholat Terawih, ia tidak mengikuti Imam untuk melaksakan sholat Witir dengan alasan, ia akan menambahkan sholat-sholat shunah lainnya di malam hari. Padahal, pahala yang diterima seorang makmum yang mengikuti sholat tarawih sampai witir itu sama dengan ibadah sholat sepanjang malam, Namun ada sebagian orang yang masih ingin mengoptimalkan ibadah sholat shunnah seperti ibadah yang dilaksanakan Anjas. Menurutmu, mana yang lebih baik di antara mengikuti imam sampai witir atau sholat malam tambahan sendiri?


(bersambung)