Perlukah Target Ramadan?

Ramadan is like the rain
It nourishes the seeds of good deeds

Alhamdulillah, Allah masih memberikan kita nikmat iman dan waktu sehingga kita masih bertemu dengan Bulan Suci Ramadan 1439 H. Kenapa nikmat iman? Well yeah, semakin ke sini, saya semakin sadar bahwa tidak semua manusia diberi kenikmatan satu ini. Iman dan kepercayaan, suatu hak pererogatif yang hanya diberikan Allah lho. Banyak yang mengaku Islam, tapi ga pernah puasa wajib di bulan suci. Banyak yang mengaku beriman, tapi ga pernah sembahyang. So, bersyukurlah bagi yang masih beriman. Semoga Allah senantiasa menjaga iman kita. Nikmat waktu? Yup! tidak semua orang lho di beri nikmat waktu dan kesehatan sehingga dapat bertemu dengan Ramadan lagi. Beberapa saudara seiman saya sudah diambil oleh-Nya beberapa hari menjelang Ramadan. Bahkan, kita tidak pernah tahu apakah ini akan menjadi Ramadan terakhir kita? atau, jangan-jangan kita tidak sampai penuh bertemu Hari Raya Idul Fitri?

Saking pentingnya nikmat iman dan waktu, saya rasa cara paling efisien dalam bersyukur adalah dengan mengoptimalkan waktu kita selama Ramadan. Nah, cara mengoptimalkan itu sangat banyak yah! Saya tak kan akan berdebat apa saja caranya. Bagi saya, salah satunya adalah dengan memasang target pribadi di bulan suci. Oia, apakah kita punya pengalaman serupa, ketika masih Madrasah Ibtidaiyah (setara SD) dan tsanawiyah (setara SMP) kita diberi buku catatan Ramadan untuk menuliskan semua aktivitas kita? Nah, itu adalah salah satu contoh konkrit yang terukur. 

Mengapa Target Ramadan itu penting?

Membuat ibadah lebih terarah dan fokus

Menentukan target Ramadan sangat membantu kita dalam membuat prioritas aktivitas selama bulan suci. Sebagai bulan penuh hikmah, tentu apapun perbuatan baik yang kita lakukan akan diganjar berlimpah-limpah dibandingkan bulan biasa. Namun, dengan penentukan target kita jadi lebih terarah dalam beribadah, tidak serabutan. Banyak materi Ramadan yang menjelaskan tentang amalan-amalan yang dianjurkan di bulan suci, pelajari dan tentukan pilihan!

Membuat kita lebih bersemangat beribadah untuk memenuhi target kita

Dengan adanya target Ramadan, secara otomatis membuat semangat kita menjadi lebih tinggi berapi-api lho. Hal tersebut karena kita berfikir kalau kita harus mewujudkan target tersebut, sehingga kita akan berusaha seoptimal mungkin. Nah, di sini lah sangat penting sebuah target Ramadan untuk memicu motivasi beribadah. Bahkan, menurut ilmu psikologi, motivasi paling kuat adalah motivasi internal, dari dalam diri sendiri. Salah satu wujudnya ya berupa target itu. Kita akan lebih semangat beribadah dengan capaian-capaian yang kita tentukan sendiri, bukan berasal dari penilaian orang lain. 

Sebagai alat ukur pribadi untuk kesuksesan Ramadan

Hmmm, sebenarnya bicara terkait tolak ukur kesuksesan itu sangat subyektif. Karena setiap orang mempunyai tolak ukur masing-masing. Nah, karena setiap manusia punya alat ukur sendiri, di sinilah pentingnya menetapkan target pribadi. Target ini juga akan menyesuaikan dengan kemampuan individu. Misalnya, ada yang menarget selama Ramadan bakan khatam Quran minimal sekali dengan rincian satu juz per malam. Ada juga yang menargetkan sampai 5 juz sehari, sehingga selama sebulan minimal dapat menamatkan Qur’an sampai enam kali. Amazing!

Bagaimana Cara Membuat Target Ramadan yang Efektif?

Ketika kita sudah punya rencana untuk membuat sebuah projek target ramadan, kita harus mengembangkan rencana tersebut menjadi sesuatu yang dapat dicapai, sehingga dapat dikatakan “sukses”. Nah, dalam pembuatan goal itu sendiri, saya mengacuh kepada teori SMART - specific, measurable, agreed upon, realistic and time-based yang mungkin sudah banyak dari pembaca yang faham. Sebuah target harus senantiasa punya pisau bedah monitoring dan evaluasi sehingga dapat berjalan sesuai harapan. Bagi saya, prinsip SMART ini sangat cocok untuk diaplikasikan dalam pembuatan target Ramadhan.

S - specific, significant, stretching

  • Terdefinisi dengan baik
  • Jelas bagi setiap orang yang akan mencapai goal tersebut

M - measurable, meaningful, motivational

  • Definisikan tolak ukur
  • Ketahui kapan waktu yang tepat untuk mendapatkan target tersebut

A - agreed upon, attainable, achievable, acceptable, action-oriented

  • Mengetahui jika target tersebut dapat dicapai dan seberapa jauh cara mencapainya

R - realistic, relevant, reasonable, rewarding, results-oriented

  • Realistik proyek dengan keterbatasan sumber daya, pengetahuan, dan waktu

T - time-based, time-bound, timely, tangible, trackable

  • Memunyai waktu yang cukup untuk mencapai goal
  • Tidak terlalu makan banyak waktu sehingga berefek kepada aktivitas lain

7 Target Ramadan 1439 H

Nah, Insyaallah dengan mengetahui alasan yang kuat dan cara yang paling efektif, kita dapat menentukan target pribadi kita selama Ramadan. Tentu, alasan itu akan menjadi motivasi internal kita untuk mencapainya, serta cara pencapaian yang SMART! Berikut saya mau berbagi 7 target saya untuk Ramadan di tahun 2018 ini. Mohon diaminkan ya guys! semoga dapat tercapai semuanya.

Puasa wajib 30 hari full, tanpa bolong

Sebenarnya, motivasi ini muncul karena ada saja setiap tahunnya yang membuat puasa saya bolong. Tentu, bolong karena alasan syar’i ya! bukan dibuat-buat karena tidak kuat menahan hawa nafsu. Misalnya, tahun 2017 kemarin, dua minggu terakhir puasa saya harus melakukan penelitian ke dalam negeri untuk tesis S2 saya. Oleh sebab itu, saya harus melakukan perjalanan sekitar 19 jam di udara. Itu belum di hitung juga waktu transit dan perhitungan lainnya. Mulai dari Glasgow (UK), Amsterdam (Belanda), Kuala Lumpur (Malaysia), Jakarta (Indonesia), sampai Surabaya. Hvft! Bismillah tahun ini puasa full.

Sholat Jamaah 5 waktu berjamaan di Masjid

Ini sih bukan target Ramadan doang! Pengennya sih sampai kapan pun dapat menargetkan sholat berjamaan kapan pun di mana pun kita berada. Semoga Allah selalu memberi kemudahan untuk melaksanakannya.

Qiyamu lail: Tarawih setiap malam, membaca Quran (khatam sekali minimal)

Bismillah, semoga dapat melaksanakan terawih setiap malam tanpa halangan. Insyaallah target tilawah dapat melebihi goal di atas (tapi ga berani pasang target tilawah kebanyakan hiks)

Amal jariyah, seharga anak sapi

Bismillah ya Allah, saya pingin berbagi dengan apapun yang saya punya, setidaknya seharga anak sapi yang sehat (kalau menurut bakul rojo koyo, anak sapi sekitar 7-8 juta). Dengan segala keterbatasan finansial, waktu, dan kemampuan, Insyaallah Allah akan memudahkan bagi kita kalau sudah punya niat. (intip-intip di kamar masih ada beberapa laptop dan kamera, semoga dapat dihibahkan ke tangan yang benar).

Sharing motivasi, minimal 3 kali

Insyaallah selama Ramadan ini saya berniat untuk menghibahkan diri mengisi seminar motivasi dan semacamnya. Setidaknya tiga kali dalam sebulan ini. Dengan tema yang tak akan saya batasi. Bisa saja motivasi study abroad, belajar efektif IELTS, pengalaman haji, pengalaman menjadi pengajar muda di pedalaman, pengalaman menjadi staf presiden di istana negara, dll. Mudahkan ya Allah.

Transformasi Blog

Alhamdulillah, blog saya hidup lagi. Sekaligus bertransformasi. Tidak hanya dalam tampilan, tapi juga brand. Saya memilih brand Carefree Concious Soul; Go Find Yourself and Living the Life dengan tujuan untuk memotivasi saya pribadi untuk semakin menikmati hidup sampai optimal. Carpe Diem, live your life to the fullest. Oia, apakah kamu memperhatikan juga kalau alamat blognya berubah? semula hanifazhar.net menjadi hanifazhar.com hehe.

Proyek 30 Hari Berefleksi


Hal ini terinspirasi dari sebuah 30 Hari Bercerita yang mengajak para aktivis sosial media untuk membuat blog (tulisan) di platform Instagram setiap hari selama sebulan, Januari. Nah, Ide ini mau saya aplikasikan untuk membuat proyek pribadi, 30 hari berefleksi, yakni refleksi-refleksi receh seorang Hanif selama ramadan. Semoga Allah senantiasa memberi keistiqomahan dan semangat dalam menulis refleksi harian. Well, ini adalah refleksi hari pertama ramadan, Pentingkah Target Pribadi? Semoga bermanfaat!